Samsung Galaxy S26: Harga Naik di Korea, Stabil Sementara di AS

Table of Contents

Report: Samsung to raise Galaxy S26 prices in Korea, may keep them the same in the US


GUNTURSAPTA.COM - Publikasi Korea, FN News, melaporkan adanya berita baik dan buruk bagi mereka yang berencana membeli Samsung Galaxy S26 yang kemungkinan besar akan dirilis pada bulan Maret. Kabar buruknya adalah harga akan naik di pasar domestik Korea, namun kabar baiknya adalah penawaran pada hari peluncuran mungkin akan membantu menghindari kenaikan harga tersebut.

Untuk pasar internasional tertentu seperti Amerika Serikat, Samsung dilaporkan akan mempertahankan harga peluncuran yang sama dengan seri sebelumnya. Kebijakan harga yang kompleks ini mencerminkan tekanan biaya produksi dan kondisi ekonomi global yang dihadapi oleh raksasa teknologi tersebut.

Kenaikan Harga di Korea Selatan

Menurut sumber industri, harga model dasar Galaxy S26 dengan penyimpanan 256GB akan meningkat antara KRW 44.000 hingga KRW 88.000 di Korea Selatan. Sebagai referensi, Galaxy S25 sebelumnya diluncurkan dengan harga KRW 1.155.000, S25+ seharga KRW 1.353.000, dan S25 Ultra seharga KRW 1.698.400.

Kenaikan ini berarti konsumen Korea harus menyiapkan anggaran lebih besar untuk mendapatkan seri flagship terbaru. Potensi kesepakatan pada hari peluncuran bisa menjadi celah bagi pembeli cerdas untuk menghemat pengeluaran mereka.

Kebijakan Harga untuk Pasar Internasional

Berbeda dengan Korea, Samsung dilaporkan akan mempertahankan harga peluncuran yang sama untuk pasar luar negeri tertentu, seperti Amerika Serikat. Ini berarti trio Galaxy S26 kemungkinan akan diluncurkan dengan harga $800 untuk model dasar, $1.000 untuk S26+, dan $1.300 untuk S26 Ultra, yang sama dengan seri S25.

Namun, harga yang lebih rendah ini tampaknya akan menjadi langkah sementara selama periode peluncuran awal, dan belum jelas pasar mana saja yang akan mendapatkan keuntungan dari kebijakan ini. Hal ini menimbulkan ketidakpastian mengenai keberlanjutan harga yang stabil di luar periode promosi awal.

Faktor-faktor Pendorong Kenaikan Harga

Penyebab kenaikan harga ini cukup mudah untuk ditelusuri, sebagian besar didorong oleh meningkatnya biaya komponen utama yang menjadi tantangan umum bagi industri manufaktur teknologi. Salah satu pemicu utamanya adalah biaya RAM LPDDR5X 12GB yang telah melonjak lebih dari dua kali lipat sejak tahun lalu, dengan proyeksi peningkatan tambahan sebesar 40% pada paruh kedua tahun ini.

Dampak Harga Komponen dan Kurs Mata Uang

Selain RAM, harga NAND flash (penyimpanan) juga menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, menambah beban biaya produksi keseluruhan perangkat. Lebih lanjut, nilai tukar Won Korea terhadap Dolar AS yang tidak menguntungkan, mencapai di atas 1.400 KRW per $1, menjadi masalah besar bagi komponen yang harus diimpor dari luar negeri.

Baca Juga: Firmware Stb Viral Firmware Stb B 860 H Ubt

Pelemahan Won secara langsung meningkatkan biaya pengadaan komponen yang dibeli dalam Dolar AS, menekan margin keuntungan Samsung di pasar domestik. Ini memaksa perusahaan untuk melakukan penyesuaian harga jual demi menjaga profitabilitas mereka.

Investasi Chipset dan Ketergantungan Qualcomm

Samsung dilaporkan menghabiskan rekor KRW 11 triliun, atau sekitar $7,6 miliar, untuk chipset smartphone pada kuartal ketiga dan keempat tahun lalu. Sebagian besar dari anggaran besar ini dialokasikan untuk Qualcomm yang berbasis di AS, pemasok utama chipset Snapdragon.

Pengeluaran besar ini menyoroti ketergantungan Samsung pada pemasok eksternal untuk komponen krusial, yang juga rentan terhadap fluktuasi mata uang. Ini adalah alasan utama di balik dorongan Samsung untuk mengembangkan dan mengimplementasikan chipset Exynos buatannya sendiri.

Strategi Chipset Samsung: Exynos vs. Snapdragon

Melihat tingginya biaya dan fluktuasi kurs, Samsung berupaya keras untuk mengganti chipset Snapdragon dengan Exynos yang diproduksi di Korea. Chipset buatan sendiri berpotensi lebih murah dan tidak terlalu rentan terhadap gejolak nilai tukar mata uang asing.

Namun, upaya ini belum sepenuhnya berhasil, dengan hanya beberapa model yang menggunakan Exynos secara eksklusif. Untuk seri Galaxy S26, informasi terbaru yang belum dikonfirmasi menyebutkan bahwa Snapdragon akan digunakan di semua pasar, kecuali Korea yang akan menjadi satu-satunya pasar pengguna Exynos.

Jadwal Peluncuran dan Prediksi Pasar

Samsung diperkirakan akan meluncurkan seri Galaxy S26 pada akhir Februari di San Francisco, menjelang peluncuran ritel yang akan dilakukan pada awal Maret. Acara ini akan menjadi momen penting untuk mengonfirmasi secara resmi detail harga dan spesifikasi.

Konsumen dapat menantikan berbagai rumor spesifikasi yang beredar di media, menjanjikan peningkatan performa dan fitur baru yang menarik. Penawaran peluncuran awal mungkin akan menjadi kunci bagi Samsung untuk mempertahankan minat pembeli di tengah kenaikan harga.

Dampak Meluas pada Model Lain

Fenomena kenaikan harga ini ternyata tidak hanya mempengaruhi seri flagship Galaxy S, melainkan juga model lain dalam lini produk Samsung. Sebagai contoh nyata, Galaxy A56 dilaporkan akan mengalami kenaikan harga sebesar ₹2.000 di India, menunjukkan dampak luas dari tekanan biaya produksi dan fluktuasi ekonomi global. Konsumen di berbagai wilayah perlu bersiap menghadapi potensi penyesuaian harga yang lebih merata di seluruh portofolio produk perusahaan.

Posting Komentar

Samsung Galaxy S26: Harga Naik di Korea, Stabil Sementara di AS